Tanamkan Akhlak Mulia, Penyuluh Agama KUA Bugul Kidul Bedah Adab Berjalan dalam Kitab Risalatul Mu’awanah

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 0
  • Dibaca 23 Kali
Penuh hikmah, Ustadz Ainul Yaqin kaji Kitab Risalatul Mu’awanah

Majelis Taklim Al Hidayah kembali menggelar pengajian rutin mingguan pada Kamis malam Jumat bertempat di Musholla Al Hidayah, Jelakrejo, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Pengajian kali ini mengangkat tema penting mengenai etika sosial, yakni "Adab Berjalan," yang disarikan dari kitab klasik Risalatul Mu’awanah karya ulama besar Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (22/1).

Hadir sebagai narasumber sekaligus pengasuh majelis, Ustadz M. Ainul Yaqin, S.Pd., yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam  pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bugul Kidul. Di hadapan para jamaah, ia menekankan bahwa setiap langkah kaki seorang mukmin harus memiliki nilai ibadah dan tujuan yang jelas.


"Hendaknya kita tidak melangkahkan kedua kaki kecuali untuk kebaikan atau sekadar menunaikan keperluan yang bermanfaat. Hindari berjalan tergesa-gesa tanpa arah, apalagi dengan sikap sombong. Kesombongan di jalan hanya akan merendahkan martabat kita di hadapan Allah SWT," ujar Ustadz Ainul Yaqin saat memaparkan materi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan detail adab yang sering terlupakan dalam interaksi sosial, seperti perasaan benci saat ada orang yang mendahului di jalan atau merasa bangga saat diikuti banyak orang dari belakang. Menurutnya, hal tersebut merupakan benih kesombongan yang harus dikikis.


Ustadz Ainul Yaqin kemudian memberikan teladan melalui perilaku Rasulullah SAW. Beliau menceritakan bahwa saat berjalan, Rasulullah SAW tampak bertenaga seakan-akan sedang turun dari tempat yang tinggi. "Beliau tidak banyak menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari tahu urusan orang lain. Bahkan, jika dipanggil dari belakang, beliau akan berhenti total dan membalikkan badan tanpa sekadar menolehkan kepala," pungkasnya.

Kegiatan rutin ini diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat melalui pemahaman kitab kuning, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga di wilayah kerja KUA Bugul Kidul. Pengajian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan lingkungan dan bangsa. (AIN)