Pencerahan Spiritual di Majlis Taklim Al-Yazidiyyah: Ustadz Herman Felani Tekankan Pentingnya Mensyukuri Tiga Nikmat yang Sering dilupakan

  • KUAPANGGUNGREJO
  • Disukai 0
  • Dibaca 103 Kali

Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Panggungrejo, Ustadz Herman Felani, M.Sy., memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada jamaah Majlis Taklim Al-Yazidiyyah, Kelurahan Tambaan, pada Sabtu (6/12) malam. Kegiatan yang diikuti sekitar 25 jamaah, baik laki-laki maupun perempuan, berlangsung dengan khidmat dan penuh makna.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Herman Felani mengangkat tema “Tiga Nikmat Istimewa yang Sering Terlupakan dan Jarang Disyukuri.” Beliau menekankan bahwa manusia kerap disibukkan oleh urusan duniawi hingga lalai menyadari karunia besar yang telah Allah SWT anugerahkan sejak awal.

"Banyak dari kita mengejar harta dan pangkat, namun lupa memperhatikan nikmat yang melekat pada diri kita. Tanpa nikmat itu, harta pun tidak ada artinya," ungkapnya.

Adapun tiga nikmat yang menjadi fokus pembahasan adalah:

  1. Nikmat Sehat
    Nikmat yang sangat berharga dan menjadi modal utama dalam menjalankan ibadah. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah SAW, “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”

  2. Nikmat Tidak Bergantung pada Orang Lain (Kemandirian)
    Kebebasan untuk tidak merepotkan atau meminta-minta kepada orang lain merupakan bentuk kehormatan diri. Dengan kemandirian, seseorang dapat menjalani aktivitas dengan tenang dan terhormat.

  3. Nikmat Perlindungan Allah dari Gangguan Orang Lain
    Sebuah bentuk penjagaan dari Allah SWT terhadap fitnah, kezaliman, atau niat buruk orang lain, baik yang tampak maupun yang tidak disadari.

Ustadz Herman mengajak jamaah untuk merenungi bahwa ketiga nikmat tersebut merupakan kunci kebahagiaan sejati dan ketenteraman jiwa. Mensyukuri nikmat sehat menjadikan ibadah lebih optimal, kemandirian menjaga martabat, dan perlindungan Allah memberi rasa aman dalam kehidupan.

Penyuluhan agama ini disambut antusias oleh para jamaah Majlis Taklim Al-Yazidiyyah. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa bersyukur atas setiap karunia Allah SWT.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *