Majelis Taklim Sunan Drajat: 13 Tahun Menjaga Tradisi Doa dan Istighosah di Kampung Lemah Arab

  • KUA_BUGULKIDUL
  • Disukai 2
  • Dibaca 121 Kali
Pembacaan Rotibul Haddad dan Istighosah

Majelis Taklim Wal Istighosah Sunan Drajat, yang telah istiqomah berjalan selama lebih dari 13 tahun, kembali menggelar agenda rutin mingguannya pada Selasa malam, 09 Desember 2025. Bertempat di RW 03 Kampung Lemah Arab, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 jamaah dari unsur bapak dan ibu warga RT 01, 02, dan 03.

Majlis yang memiliki sanad dan ijazah langsung dari KH. Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi wirid, doa, dan penguatan keagamaan masyarakat setempat.


Agenda dimulai pukul 19.00 WIB dengan pembacaan Rotibul Haddad dan istighosah Sunan Drajat, yang dilantunkan dengan penuh kekhusyukan. Selanjutnya, acara diisi dengan tausiah oleh Ust. M. Sulthon Fathoni, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam KUA Bugul Kidul, yang membawakan tema "Urgensi Doa dalam Kehidupan Sehari-hari."

Dalam ceramahnya, Ustadz Sulthon menegaskan bahwa doa bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk pengakuan kelemahan seorang hamba di hadapan Allah SWT. “Berdoa adalah kewajiban spiritual. Orang yang enggan berdoa menunjukkan kesombongan, karena merasa tidak butuh kepada Allah,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa arwah ahli kubur para jamaah, tahlil bil ikhtishor, dan ditutup dengan doa Wahbah sebagai penutup penuh harap dan khidmat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kekuatan tradisi dan spiritualitas masyarakat yang terus terjaga, serta menjadi media dakwah dan pembinaan umat secara berkelanjutan. (MSF)